Assallamuallaikum Abang,
Saat ini awal juni 2024, sekitar 2 bulan lagi abang genap tiga tahun, pertumbuhan abang di masa todler ini alhamdulillah sekali deh nak, minggu lalu ayah ukur tinggi abang sekarang sudah 95 cm, sedikit lagi 1 m nak... pantes sekarang kalau di mobil rasanya sudah penuh sekali nak kalau ayah memangku kamu...
nak2... ada satu kegiatan yang suka ayah lakukan bersama abang yang sebetulnya berbahaya, ayah minta maaf ya bila membiasakan hal ini ke abang.
ayah suka memangku abang di pangkuan ketika sedang didalam mobil,
mulai dari abang penasaran sampai mau ngiler sambil melihat speedometer
kemudian sering penasaran ketika indikator sen dan klakson berbunyi...
sampai ceriwis bertanya kenapa siy ayah menyalakan "sein" dan membunyikan klakson serta... "kok kita lewat sini siy ayah?", "kita mau kemana?"
Tentunya hal ini ayah lakukan ketika kondisinya memungkinkan, dan dalam periode yang tidak terlalu lama ya nak...
sekarang - sekarang ini ayah sudah mulai membiasakan menginfokan kepada abang, bahwa nanti ketika abang sudah berusia 3 tahun, abang tidak dapat lagi ya duduk di pangkuan ayah ketika sedang berkendara... sama seperti sebelumnya ketika abang akan disapih, ayah dan bunda mulai menginformasikan terlebih dahulu hal ini agar abang terbiasa dan memahami alasan di belakang tindakan kami.
jadi nak...
Seringkali ketika kita ingin menginformasikan sesuatu hal, tidak bisa semerta-merta diinfokan, ada baiknya diberikan pemberitahuan sebelumnya, dan diinformasikan secara bertahap. ini juga yang diajarkan di agama kita nak. berbagai larangan yang diturunkan dalam Al-Quran itu diturunkan secara bertahap bang. contohnya larangan terkait Riba
pertama banget larangan riba turun dalam Surat ar-Rûm ayat 39 dan bersifat sangat general
"Riba yang kamu berikan agar berkembang pada harta orang lain, tidaklah berkembang dalam pandangan Allah. Adapun zakat yang kamu berikan dengan maksud memperoleh keridaan Allah, (berarti) merekalah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)"
Tahap kedua, Allah ﷻ menunjukkan isyarat keharaman riba. disiini Allah ﷻ mengecam praktik riba yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Asal-usul kecaman adalah ditekankan pada aspek kezaliman yang terjadi akibat praktik riba tersebut. Hal ini sebagaimana diungkap dalam QS An-Nisa’ ayat 160-161
Artinya: “Maka disebabkan kedhaliman orang Yahudi, maka kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Dan Kami telah menjadikan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS an-Nisa: 160-161)
tahap ketiga dari proses evolusi riba dalam Al-Qur’an. Ayat yang turun di dalam tahap ketiga ini adalah Surat Ali Imran ayat 130 yang menyeru kepada orang yang beriman.
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung
dan Tahap terakhir baru deh dinyatakan keharaman riba secara mutlak, yaitu melalui firman Allah ﷻ pada Surat al-Baqarah ayat 278-280
“Wahai orang-orang yang beriman, tinggalkanlah apa yang tersisa dari riba, jika kalian adalah orang-orang yang beriman. Maka jika kalian tidak meninggalkan, maka umumkanlah perang kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka jika kalian bertaubat, maka bagi kalian adalah pokok harta kalian. Tidak berbuat dhalim lagi terdhalimi. Dan jika terdapat orang yang kesulitan, maka tundalah sampai datang kemudahan. Dan bila kalian bersedekah, maka itu baik bagi kalian, bila kalian mengetahui.”
Di ayat terakhir ini sudah jelas sekali nak, sebagai muslim kita diperintahkan untuk meninggalkan riba, dan bila tidak kita lakukan maka kita sama saja berperang dengan Allahﷻ
ngeri kan tuh... kalau kita masih melakukan riba, dan sama sekali tidak berusaha menghindarinya, kita sama saja dengan berperang dengan Allahﷻ
jadi bang, kalau nanti dalam kehidupan, abang ingin menyampaikan sesuatu materi yang penting, bila dimungkinkan coba lakukan preambule terlebih dahulu ya nak, kondisikan dulu audiens abang, disiapkan dulu premisesnya, baru sampaikan pesan yang ingin abang sampaikan.
Semoga tulisan ini bermanfaat ya nak...
Sumber: https://nu.or.id/syariah/tahapan-tahapan-turunnya-ayat-tentang-riba-h8mrh



Tidak ada komentar:
Posting Komentar