Rabu, 27 Oktober 2021

#13 Adaptasi

 Assallamuallaikum abang...


nak.. nak... konon katanya... yang dapat bertahan itu bukan selalu yang kuat, yang cepat, atau yang hebat, tapi adalah mereka yang paling dapat beradaptasi dengan segala perubahan dalam hidupnya.

ingat ya nak... dalam kehidupan dunia ini, yang selalu konstan adalah perubahan... semua itu dinamis. tinggal bagaimana kita menyesuaikan values kita dengan berbagai hal yang kita alami.

dan kemampuan adaptasi ini nak, tidak perlu menunggu sampai kita menjadi dewasa... bahkan abang dari umur 2 bulan ini saja sudah sangat pandai melakukannya...

jadi begini niy nak... 

per pertengahan oktober ini, cuti melahirkan bunda itu habis, jadi bunda kembali mulai bekerja. nah karena dari itulah... maka rute kegiatan kita di rumah jadi berubah. 

jam 6 pagi kita sudah berangkat dari rumah, antar bunda ke kantor, abang ayah drop di rumah ambu kemudian ayah jalan ke kantor ayah. sorenya ayah bunda jemput abang di ambu dan baru deh kita balik ke rumah. dan kamu harus ingat perjalanan ke rumah depok itu jauuuuuh.... jauuuhhh... sekaliii.....

luar biasanya nak... kamu pintar sekali beradaptasi dengan perubahan pola ini, di jalanan tidak rewel, di rumah ambu kamu tidak rewel. alhamdulillah sekali nak... 😊

tetap jadi anak yang adaptif ya bang... adaptif tapi jangan sampai kehilangan jati diri juga ya nak...

terkadang, saking kita ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan, kita kehilangan jati diri kita sendiri.

simple reminder dari ayah siy begini bang... 

selama tidak melanggar ketentuan agama, lakukan. 

bila melanggar, hindari

bila ragu, bertanya ke yang ahli

oke nak...


wassallamuallaikum


 

Jumat, 01 Oktober 2021

#12 the power of Doa

Assallamuallaikum Abang...

bang... kita mulai posting ini dengan gambar ini ya nak...



ini adalah freezer isi ASI bunda kamu yang sudah dikumpulkan selama kurang lebih 2 bulan kurang nak... alhamdulillah saat ini ASI bunda kamu lancar keluarnya nak... tapi kalau ayah ingat, waktu awal kelahiran kamu, 5 hari pertama kamu lahir nak... kamu masuk NICU (intensive care unit) jadi ayah bunda juga tetap stay di RS selama hampir satu minggu, pada saat itu ketika bunda mencoba menyusui kamu, sepertinya kamu kesulitan nak, bahkan untuk mendapatkan volume susu satu jarum suntik kecil saja memakan waktu sejam lebih. (struggle is real little one...)

oke... lanjut ya nak... 

ceritanya niy... satu waktu... di depok sedang hujan badai yang teramat besar... sampai-sampai beberapa plang ambruk ke jalan, dan mati lampu di rumah. waktu itu lampu padam jam 4 sore, berjalan satu jam masih tenang ayah bunda, kami bahkan masih sempat makan diterangi cahaya lilin, ayah masih bisa becandain bunda, "berasa lagi candle light dinner ya hun"

ketika berjalan 2 jam... mulai khawatir, kenapa khawatir... karena takutnya... ASI yang sudah dibekukan ini mencair. bunda kamu sudah mulai rungsing dan khawatir. kalau tanya dari PLN, diinfokan bahwa gardu listrik dekat komplek mengalami kerusakan, dan petugas sedang menuju lokasi akan tetapi estimasi selesainya belum ditentukan.

kenapa khawatir, karena stok ASI ini sudah disiapkan untuk kondisi ketika bunda kamu kembali bekerja. dan akan sangat mubazir bila ASI beku ini semua mencair, karena bila sudah cair, tidak dapat dibekukan lagi. terbayang perjuangan bunda kamu berjam-jam, kadang tengah malam, kadang pagi buta, kadang siang hari kadang sore hari, kadang sampai terkantuk-kantuk mempersiapkan ASI tersebut.

bedug azan magrib berkumandang nak...
ayah dan bunda bergantian sholat, ketika mau sholat ayah teringat suatu hadist dari Aisyah R.A

“Mintalah kepada Allah, bahkan meminta tali sandal sekalipun” HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman
 

terpikir di ayah, ya Allah, pada zaman rasul saja ketika orang meminta bantuan itu sampai sedetail dan untuk beragam hal, di kondisi yang sedang khawatir mati lampu ini. ayah berdoa kepada Allah agar listrik kembali menyala, walaupun jujur di otak ayah berpikir, mungkin tidak langsung nyala... tapi mungkin dengan doa ini maka teknisi dimudahkan untuk dapat servis gardu, jalanan yang macet jadi lancar, tapi tetap ayah berdoanya khusus... dan bahkan mungkin terkesan agak aneh... 

"Ya Allah, kumohon kepadamu agar listrik dapat menyala kembali"

itu saja yang ayah doakan, setelah selesai sholat... salam.. alhamdulillah... lampu nyala

langsung ayah sujud syukur nak...

oke... point of the story nya apa nak... "Doa itu kekuatan kita nak... itu senjata kita... yakin dengan doa kita.. inshaallah ada jalannya... semua doa itu didengar oleh Allah S.W.T.
ada yang langsung diijabah, ada yang ditunda diberikannya, ada yang diganti dengan yang lebih baik, tapi semua Doa kita itu diterima oleh Allah S.W.T"

sambil nutup postingan ini, ayah berdoa semoga tulisan ini dapat bermanfaat, dan abang jadi anak yang rajin beribadah dan berdoa... aamiin aamiin ya rabbal alamin...

wassallamuallaikum


#37 Belajar Sambil Jalan

 Assallamuallaikum abang, apa kabar nak? sudah lama ya gak update blog ini... dinamika nya lagi seru banget nak sejak ada adik di rumah.... ...