Assallamuallaikum Abang,
apa kabar nak? saat tulisan ini dibuat abang sedang akan memasuki usia 3 tahun
istilah dunia parentingnya itu usia Three-Nagers... ayah bunda memasuki level baru niy dalam berinteraksi dengan abang.
di usia ini, abang sudah sangat ahli dalam memiliki pendapat sendiri dan keinginan sendiri, berkata tidak ketika sesuatu tidak sesuai keinginan abang. nego ketika ingin mendapatkan sesuatu, ayah bunda seringkali amazed mendengar celotehan kamu nak.
beberapa contoh nya misalkan ketika ayah menjanjikan kamu untuk screen time sebentar sambil ayah merapihkan kamar... kamu dengan mata serius, dan mengacungkan jari mengatakan... ayah janji ya... sesuai kesepakatan ya... (aduh nak... itu kamu kosa katanya susah bener nak)
atau kemarin pas bunda cerita ke kamu kalau bunda pakai sabun mandi kamu, terus tiba2 kamu bertanya ke bunda kamu... "Bunda sudah izin belum ya pakai sabun aku? belum kan ya... lain kali jangan begitu ya bunda" (ayah ngakak pas denger bunda kamu cerita ke ayah)
eh iya nak... ayah pernah denger satu kutipan
"Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada Tokohnya"
mungkin nanti ketika kamu belajar sejarah kamu belajar terkait era Restorasi Meiji dengan Tokohnya para Tokugawa, atau mungkin kamu belajar sejarah Kemerdekaan Indonesia dengan Tokohnya Soekarno Hatta. atau mungkin masa keemasan peradaban islam di era Harun Al Rasyid.
sekarang ini...
Ayah ingin cerita tentang Bapak Otjim Bin Bonel niy bang... siapakah beliau? beliau adalah Buyut dari ayah... orang tua dari Nenek ayah dari sisi ayah. honestly speaking, ayah belum pernah berkesempatan untuk bertemu dengan beliau nak... karena beliau meninggal dunia sebelum ayah lahir. seperti Aki dan uwo kamu yang sudah meninggal dunia sebelum kamu lahir kedunia. pak Otjim ini memiliki 9 orang anak, salah satunya adalah nenek ayah (Hj Suwarni) yang biasa ayah panggil Mamih.
Keluarganya lumayan besar kan ya nak. Buyut kamu, atau nenek ayah sendiri punya 7 anak, yang masing punya anak setidaknya 2 orang. jadi sodara kamu itu buanyaaak banget nak kalau bisa kumpul semua... :)
Sedari ayah kecil, para cucu dari Pak Otjim ini mengadakan suatu kegiatan silahturahmi antara setiap anak cucu dari pak otjim terutama sekali diadakan setelah Lebaran Idul Fitri untuk kegiatan halal bil halal, diadakan secara sirkulasi dari setiap biang, (anak dari pak otjim yang tadi ayah sebut, jadi ada 9 biang) yang diatas ini adalah sebagian yang masih bisa datang berkumpul ke acara pada tahun ini nak.
Tujuannya kurang lebih adalah untuk menjaga tali silaturahim antar saudara, yang memang bisa jadi kita ketemunya ini mungkin hanya setahun sekali, bahkan lebih lama lagi. karena secara domisili sudah berbeda kota, jangankan kita yang dari satu buyut ini nak, yang dari satu nenek aja.. bisa jadi ketemuannya jarang2, sudah sibuk dengan dunia masing2.
Saking banyaknya biang nak... jadi untuk menjadi tuan rumah itu kita bergilir sampai mungkin 8 tahun kemudian menjadi tuan rumah lagi, dan kebetulan untuk tahun ini, yang jadi panitia adalah cucu dari Hj Suwarni, which mean kita yang jadi tuan rumahnya...
Sebelumnya ketika jadi tuan rumah, Aki & Uwo kamu masih ada. Mamih atau buyut kamu juga masih ada. nah yang saat ini sudah gak ada semua nak...
jadi perdana niy... yang generasi keempat semua yang urus... alhamdulillah, setelah setahun persiapan (ngumpulin dana, cari tempat, siapin suvenir, siapin spanduk, siapin fotografer, dll) acara dapat berhasil dijalankan. semua saling membantu berpartisipasi sesuai dengan kapasitas masing-masing.
ayah banyak belajar nak...
ternyata eh ternyata ketika kegiatannya bukan terkait pekerjaan... lebih challenging... :)
berbeda dengan kegiatan sekolah ataupun pekerjaan segregasi tugas ketika dengan "saudara" ini sungguh tinggi potensi konflik nak. walhasil bisa jadi tidak ada kesamarataan kegiatan dan ada beberapa yang porsi aktivitasnya lebih banyak dibanding aktivitas yang lain...
yang harus diingat dan jadi pembelajaran ya nak...
let us focus first on the deliveries...
always be helpful and kind, cause we don't know what others are struggling with.
if there is any obstacles, then just get over it... (if there is some hesitation from others to help then don't bother them longer, maybe they have their own limitation and let's not burden them with things that they can't handle)
if it is to hard to handle, then don't overdo it, kalau gak bisa gak usah dipaksain
remember to always do it Lillahi ta alla, and hope that all of the hardship that we do will be rewarded afterwards from Allah S.W.T
ini juga reminder buat ayah siy nak, untuk selalu ingat dan membiasakan menyertakan abang dalam setiap kegiatan, membangun sense of belonging dan ringan tangan untuk turut membantu. dan tidak terlalu mudah memanjakan dalam setiap kegiatan bahkan yang sederhana seperti pakai sepatu sendiri, pakai baju, merapihkan mainan dll.
semoga ayah bisa ya nak, menyiapkan diri kamu menjadi pribadi yang lebih baik dan tangguh dan siap menghadapi Dunia kelak pada masa mu dewasa nanti ya nak...
Aamiin
Wassallamuallaikum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar