Selasa, 20 Agustus 2024

#31 Merdeka!!

 Assalamualaikum Abang...


bang, lagi periode Agustusan niy bang... 

jadi banyak sekali pekik merdeka dikumandangkan... karena berdasarkan sejarah yang tertulis, Negara Indonesia itu merdeka di tanggal 17 Agustus 1945. (although in my humble opinion we're not independent yet... still being invaded by foreigners through the hands of some local people which hold so much power in our country and kinda run it like they only care for their own kind and just screw others) eniwei.... 

Tahun ini perdana abang mengikuti pentas, abang tampil sebagai seekor lebah, pentasnya di komplek rumah nak... abang tampil bersama temen2 seumuran abang usia 3-4 tahun, jadi seekor lebah menyanyikan lagu "kupu2 yang lucu" dan "hari merdeka". Setelah 2 minggu latihan, dan 2 hari sebelumnya abang sempat panas tinggi dan muntah. Alhamdulillahnya abang tetap bisa tampil ke atas panggung. 

niy bang, kalau mau lihat abang jadi lebah diatas panggung bagaimana nak...



seneng deh ayah, melihat abang bebas berekspresi dan berani untuk tampil di hadapan banyak orang, bahkan maju ke tengah panggung sambil bernyanyi dan menari. 

Ok bang, sedikit update terkait kemerdekaan, kebetulan kemarin ayah baru ikut suatu kajian yang membahas terkait merdeka yang hakiki. 

Nantinya seiring abang tumbuh dewasa, dalam hidup kita sebagai seorang manusia, sebagai seorang hamba, kita akan selalu diuji oleh Allah S.W.T nak, bisa jadi kita claim diri kita sebagai orang yang merdeka, tapi ternyata tanpa kita sadari kita masih dijajah oleh hal yang mungkin tidak kita sadari nak.

Misalkan kita masih terjajah oleh materi, sehingga hidup kita fokus utamanya adalah untuk selalu mengejar materi atau uang. atau mungkin kita masih terjajah oleh orang lain dalam kehidupan kita, atau mungkin oleh kantor tempat kita bekerja.

Kalau seperti itu nak, maka seringkali yang dirasakan oleh kita sehari-hari hanyalah letih dan lelah, dan mungkin akan selalu terasa ada kekosongan yang entah kenapa tidak dapat kita isi. 

kalau dari QS Az Zariyat ayat 56 disebutkan nak...

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku"

lalu di Al Baqarah ayat 23 juga disebutkan nak...

"Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa"

nah, dari sini kita tahu kan nak... 

by default kita itu di setting untuk beribadah ke Allah S.W.T, dan segala sesuatu yang dilakukan tidak sesuai defaultnya maka tidak akan berfungsi secara optimal.

jadi reminder dari ustadz di kajian itu adalah ini nak... 

"Kemerdekaan Hakiki itu adalah kondisi seseorang yang sudah terbebas dari penghambaan kepada mahluk dan sepenuhnya menghamba kepada Allah S.W.T"

beliau mengambil contoh dari gambaran para sahabat Rasulullah S.A.W, yakni Bilal Bin Rabah R.A dan Abu Bakar R.A

Jadi waktu itu, Bilal Bin Rabah sudah memiliki ketertarikan terhadap Islam, hingga akhirnya beliau memutuskan untuk berbaiat kepada Rasulullah SAW,

namun masalah muncul karena statusnya yang merupakan budak dari seorang kafir Quraisy bernama Umayah yang sangat membenci islam.

sehingga ia hanya bisa menyembunyikan keislamannya. ketika berita keislaman bilal terdengar oleh Umayah, ia menyiksa bilal dengan meletakkan batu besar diatas tubuh bilal di tengah teriknya

matahari Mekkah. tujuan dari penyiksaan ini adalah agar bilal menyerah dan kembali menyembah berhala.

 selama disiksa, Bilal bin Rabah tidak pernah menyerah dan selalu mencari kekuatan dari Allah S.W.T dengan mengucap "Ahad... Ahad..."

saking kejamnya penyiksaan ini, sampai para ajudan Umayah menaruh belas kasihan ke Bilal, mereka berusaha membujuknya agar tidak melanjutkan penyiksaan itu

 tapi Umayah tetap menyiksa, dan Bilal tetap bertahan dengan mengucapkan "Ahad... Ahad..." terus menerus hingga Abu Bakar Ash Shiddiq melewati mereka.

Beliau berkata, "Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena mengatakan "Rabbku adalah Allah?", kemudian Abu Bakar pun berkata ke Umayah

"Ambillah tebusan yang lebih besar daripada harganya dariku lalu bebaskanlah ia!"

Umayah yang sudah menyerah dengan keteguhan hatinya Bilal untuk tetap dalam islam pun dengan senang hati menyerahkannya kepada Abu Bakar

"Bawalah ia! Demi Lata & Uzza, seandainya harganya tidak lebih dari 1 uqiyah, pasti akan kulepas juga"

Abu Bakar pun berkata :

"Demi Allah, seandainya kalian tidak hendak menjualnya kecuali 100 Uqiyah, aku pasti akan membayarnya!"

dengan demikian Abu Bakar menyelamatkan Bilal dari siksaan dari Umayah.

bisa juga kita lihat di berita terkait saudara-saudara muslim di gaza nak... yang ketauhidan dan ketakwaannya luar biasa... 

Ayah selalu berdoa, abang dilindungi Allah S.W.T dan menjadi muslim yang merdeka dan memberi warna positif bagi lingkungan dimanapun abang berada.


Oke nak... Bismillah... Semangat abang...


Wassallamuallaikum




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#37 Belajar Sambil Jalan

 Assallamuallaikum abang, apa kabar nak? sudah lama ya gak update blog ini... dinamika nya lagi seru banget nak sejak ada adik di rumah.... ...