Jumat, 30 April 2021

#6 keep it simple and proportional

 Assallamuallaikum Abang...


sehat nak.. inshaallah sehat2 selalu ya anak ganteng...


karena kesehatan itu, adalah salah satu rezeki dari Allah S.W.T yang terkadang suka kita lupakan.

oke nak, untuk post yang ini ayah mau share saja satu pemikiran...


sometimes in life, what you wanted is not what you needed

jadi bisa jadi abang nanti mau ini dan mau itu... tapi abang harus inget...

abang butuh gak ya? karena kalau hanya memenuhi keinginan abang saja, akan susah bang.

namanya kita manusia kemauannya banyak...


contoh aja, mungkin nanti ada waktu dimana abang mau banget punya mobil mewah atau motor keren, padahal kalau dilihat2 sebetulnya yang dibutuhkan adalah alat transportasi saja. kemewahan dan kekerenan itu hanya untuk eksistensi saja.


atau mungkin nanti ada waktu dimana abang mau banget punya handphone canggih atau kamera keren, nah ini abang harus hitung value for moneynya ya bang... kira-kira dengan gadget yang canggih itu, apakah dapat mensupport abang untuk dapat lebih produktif. kalau ternyata memang iya.. ya kenapa tidak, tapi kalau ternyata penggunaan gadget itu hanya untuk konsumsi pribadi saja, dan sebetulnya tidak perlu yang secanggih itu, ya ngapain juga punya... mending ditopang dengan alat yang sesuai dengan kegiatan kita saja.

kalau dikutip dari Al Quran niy bang :

"innallaha laa yuhibbul musyrifii ; Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. Termasuk sikap berlebihan"

jadi ya... yang sesuai proporsi yang kita butuhkan saja... tidak usah berlebihan...

karena kita kan hidup di dunia juga hanya sementara, yang kekal abadi justru nanti di alam berikutnya... jadi ya daripada berlebihan di dunia, hyuuk kita coba berlebihan mengumpulkan amal untuk di alam berikutnya... 

(i know this is hard to understand kiddo, but as you grow older, you'll understand what i'm trying to say here)


udah dulu ya bang...

wassallamuallaikum


Kamis, 29 April 2021

#5 Konsistensi

 Assallamuallaikum Abang,


maaf ya... ayah seminggu lebih gak nulis, karena satu dan lain hal jadi agak susah atur waktunya.

oke nak... a quick one...


there is a saying...


kalau mau bangun suatu kebiasaan... maka lakukanlah kegiatan tersebut selama 21 hari berturut-turut.

force yourself in doing it. push yourself to make sure you do it

after 21 days, your body will be accustomed to it, and you will no longer need to push yourself even better you will feel that there is something missing and you will need to do that habit of your.


one of many good habits that i'm lacking off during my younger years is to make your own bed... 

rapihin tempat tidur sendiri. (jadi nanti, kalau ayah bunda suka bawel suruh kamu rapihin tempat tidur, ini bagian dari kami membiasakan kebiasaan baik ke kamu ya nak)

also if we like to ask you to do workout, please bare with us ya... karena ayah dari kecil itu obesitas, dan itu gak enak nak... gampang nyesek, gampang capek, gampang sakit... jadi nanti kalau ayah bunda suka maksain kebiasaan agar kamu rajin olahraga... bersabar ya nak... kamu akan bersyukur nantinya ketika kamu remaja dan dewasa.


sudah dulu ya nak... sebentar lagi mau bedug, ayah mau nyiapin takjil dulu


wassallamuallaikum


Kamis, 15 April 2021

#4 Check Check Re Check

 Assallamuallaikum Abang,


bang, ini hari ketiga ramadhan 1442 H bang... baru hari ketiga tapi ayah bunda sudah dapat kabar terkait adanya kerabat yang meninggal dunia 4 kali, 2 adalah orang di kantor bunda, 1 orang tetangga di rumah bintaro, 1 lagi kakaknya ambu yang tinggal di Garut.

konon katanya mereka yang meninggal dunia di bulan ramadhan itu husnul khotimah nak... bebas dari siksa kubur, tapi ayah coba cari - cari lagi niy nak... rujukan lain... karena kita lebih sering membenarkan kebiasaan daripada membiasakan kebenaran, jadi tidak ada salahnya buat kita cek dan ricek lagi ya nak.

dari hasil pencarian, ternyata nak... 

tidak ada ayat quran atau hadist yang menyebutkan bahwa otomatis bebas dari siksa kubur. semua itu tergantung amal ibadahnya. kalau dikutip dari ucapan ustadz Adi Hidayat Lc, Ma

 "Apakah ada keutamaan orang yang meninggal di bulan Ramadan? Apakah ada keistimewaan baginya?

beliau menjelaskan dari dua sudut pandang. Sudut pandang yang pertama dilihat dari waktu.

"Waktu memang ada yang diistimewakan oleh Allah SWT, berbeda dengan waktu lainnya. Ada waktu harian seperti sepertiga malam, ada waktu bulanan, ada waktu tahunan, seperti Ramadan, waktu Ramadan banyak keistimewaan, jika amal saleh ditingkatkan maka pahala dilipatgandakan," jelas Ustadz Adi.

apakah kemudian waktu ini bisa menjamin seseorang menjadi pertanda kebaikan ketika meninggal dalam Ramadan? beliau mengatakan hal itu belum tentu.

"Maka ini diukur pada bagian yang kedua, sebaik apa amal soleh yang dia kerjakan, ini yang paling penting. Apa Anda bisa katakan jika ada orang fasik, kriminal misalnya meninggal di bulan Ramadan dia istimewa? Bahkan mungkin ada orang kafir meninggal saat bulan Ramadan. Apa ini menandakan dia baik dalam pandangan Allah? Belum tentu. Ukuran kebaikan itu, kapanpun dia meninggal kita tidak bisa menentukannya. Karena Allah mengatur sesuai ajalnya," paparnya.

ada satu hadist yang kurang lebih dapat menjelaskan juga niy nak

hadis yang menerangkan keutamaan meninggal dunia saat sedang puasa,

من قال لا إله إلا الله ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة، ومن صام يوماً ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة، ومن تصدق بصدقة ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة.

”Siapa yang mengucapkan Laa ilaha illallah, dan ia mengucapkannya ikhlas hanya mencari keridhaan Allah dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk surga.

Siapa berpuasa sehari dan ikhlas karena Allah, serta menutup akhir hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga.

Siapa bersedekah dengan penuh keikhlasan, dan ia mengakhiri hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga. (HR. Ahmad no 22173, dinilai Shohih oleh Syekh Albani dalam Ahlamul Jana-iz)


Referensi: https://konsultasisyariah.com/34821-keutamaan-meninggal-di-bulan-ramadhan.html

jadi nak... 

memang tidak ada ayat atau hadist yang menerangkan bahwa ketika meninggal dunia di bulan ramadhan pasti bebas dari kubur, akan tetapi bila ada seorang muslim yang meninggal dalam posisi sedang beribadah dan ikhlas beribadah kepada Allah S.W.T inshaallah akan masuk surga. apalagi dipanggil untuk kembali ke Rabb pada bulan suci, sedang dalam menjalankan ibadah inshaallah itu semua pertanda baik.

oke bang, jadi nanti kalau ada orang yang bilang katanya.. kata si A begini, kata si B begini, kita biasanya begini... kamu cek and recheck ya nak, jangan membenarkan kebiasaan, tapi biasakanlah yang benar. 


wassallamuallaikum

side note:

bang, uwo abang... mamanya ayah, meninggal dunia di bulan ramadhan juga nak... 17 Mei 2020 atau 23 Ramadhan 1441 H, uwo meninggal dunia jam 7 pagi, menurut diagnosa dokter siy karena serangan jantung mendadak, sebelumnya, uwo masih heboh dengan rencana mau masaknya, karena kita habis bikin kue nastar, hari sebelumnya. pas sahur juga masih biasa, tidak ada sakit tidak ada apa, tapi ya namanya ajal ya nak, tiba-tiba jam 7 pagi uwo mengeluh sesak nafas, terus beliau langsung black out. ayah barengan sama om dimas and tante risni bawa ke rumah sakit, tapi sampai rumah sakit uwo dinyatakan sudah meninggal dunia. ayah nitip abang baca al fatihah ya buat uwo... uwo pasti sayang banget sama abang kalau beliau masih ada.


Selasa, 13 April 2021

#3 Jadi Apa?

 Assallamuallaikum Bang,


post ini ayah tulis, tidak berapa lama setelah konsul dokter, dimana dari konsul ini... Ayah Bunda jadi tahu jenis kelamin abang.


oke bang, kemarin ayah bunda ada sedikit diskusi terkait maunya abang itu jadi seperti apa? well actually bunda kamu siy yang nanya... "yah... ayah maunya kakak jadi orang kaya gimana?" ayah sempet bingung tuh jawabnya, terus yang kepikir sama ayah pada waktu itu adalah "ayah maunya abang jadi orang yang "lebih" dari ayah." terlalu general memang... tapi sepertinya setiap orang tua ada keinginan agar anaknya dapat jadi lebih baik dari dirinya... tapi setelah dikulik-kulik lebih lanjut sama bunda. akhirnya ayah bilang... ayah maunya kamu jadi orang yg beriman, orang yang beradab, dan orang yang punya network luas. nah bunda maunya abang jadi orang yang tangguh, berpendirian (punya prinsip) dan bermanfaat 

(jadi kalau dilihat dari salah satu hadist keinginan ayah bunda ini saling melengkapi nak...)



dari sana, baru deh kita diskusi lagi bagaimana caranya untuk mencapai hal tersebut, apa yang harus disiapkan, baik itu skill maupun materi yg bisa kami kerjakan sekarang untuk mencapai goals kami di masa depan itu. (tapi kalau ini pe er kami ya nak.. gak ayah bahas disini)

jadi.. yang mau ayah share disini sekarang adalah.

dalam setiap aktivitas abang, abang harus "set the goals first"

after you set your goals, then you can draw a line backwards on how to achieved that goals. 

in example, if you want to have your own ride then you need to learn how to ride (on this case, will need to start by riding a bicycle to improve your balance, etc), you need to have your license, you need to have healthy body so that you dont get sick easily when you ride.

or when you want to have some special dishes for dinner, you already know oke, i want to eat that kinda food, then you decide either you buy it or prepared it yourself, if you want to cook it, than need to check if you have the ingredients ready, do you have the right tools to prepared it, etc

punya goals itu penting ya nak, dari situ persiapan kita bisa lebih matang. dan gerakan kita jadi lebih terarah.

dan inget juga ya bang ya...

as a moslems, are goals are to be able to go back to Allah S.W.T and eligible to be a member in jannah.

udah dulu ya nak, nanti ayah sambung lagi (inshaallah)


wassallamuallaikum


Selasa, 06 April 2021

#2 Ibu mu ibu mu ibu mu

 Assallamuallaikum nak... sehat?


inshaallah semua baik ya nak ya...

Kalau dari judulnya... sudah kebayang belum isi post nya tentang apa?

yak betul... it is about your mom... 

ayah cuma mau bilang... nanti kamu... 

tolong banget... 

jaga bunda kamu ya...

sayang ke bunda, denger apa kata bunda,

kalau ada beda pendapat, diskusi wajib dilakukan

tapi jangan dengan emosi...

semua itu bisa dibicarakan kecuali urusan tauhid ya sayang.


ini kalau merunut dari hadits ya nak... 

(jadi kita sebagai muslim, ingat ya... ada beberapa panduan atau acuan dalam setiap kegiatan kita, yang pertama itu adalah al - quran, kemudian hadist Rasullullah S.A.W, terus ada ijma ulama dll tapi ini nanti bisa kita pelajari lanjutannya... yang utama adalah 2 yang pertama tadi)

lalu ada satu hadist riwayat bukhari dan muslim yang berbunyi:

"Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapa kah aku harus berbakti pertama kali?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ibumu!'. Kemudian orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Rasulullah SAW  menjawab, 'Ibumu!'. Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu!'. Orang tersebut bertanya kembali, ' Kemudian siapa lagi', Rasulullah SAW menjawab, 'Kemudian ayahmu'.


tuh dari situ terlihat kan... kalau kamu harus berbakti itu... ke ibu terlebih dahulu...

coba bayangin aja nak... bunda setiap hari selama 9 bulan, kemana-mana jalan beraktifitas bareng kakak di kandungan, kadang jadi gampang capek, kadang cepet ngantuk, kadang badannya pegel-pegel, kadang mau tidur susah cari posisi yang enak, kadang kakinya bengkak-bengkak... perjuangan lah judulnya...

so... love your mom ya nak ya... always listen to what she has to said ya nak...

sometimes she can be very hard to handle... (dan ini ayah tulis dengan penuh harap bundanya tidak ngamuk pas baca) but trust me, she does it cause she cared a lot to people she loved. and you my son is one of them


see you in a couple of month ya nak


wassalammuallaikum

Ayah




Jumat, 02 April 2021

# 1 Post Pertama

 Assallamuallaikum Nak...


postingan ini, dibuat ketika usia kamu memasuki bulan ke 5 dalam kandungan bunda. 

pada saat ini baby bump di perut bunda mulai muncul nak... lucu deh... 

terus kalau kamu lagi aktif gerak gerak didalam perut bunda, bikin bundanya auto senyum-senyum gitu nak... :)

eh iya, sampai saat ini, ayah dan bunda juga belum tahu niy... akan manggil kamu abang atau kakak. Terakhir diperiksa posisi kamu lagi tengkurep, jadi belum ketauan gendernya... Alhamdulillah nya... kalau kata bu dokter, semuanya sehat... and that is the most important thing.

lalu..

kenapa ayah bikin blog ini? karena... 

1. Bunda kamu bilang, dia suka tulisan ayah...(ini juga ada ceritanya niy nak.. tapi nanti ya...) terus ayah disuruh nulis2 lagi...

2. Sekarang ada tujuannya ayah nulis... ingin menyampaikan sesuatu ke kamu...

(karena mungkin... nanti ayah secara lisan agak kaku, agak garing dengan "dad jokes", agak kurang pinter komunikasinya, dll...  siapa tahu via tulisan penyampaian pesannya lebih jelas)

bicara mengenai tujuan ini nak... 

sebelumnya ayah suka nulis - nulis di blog.. tapi karena tujuannya absurd a.k.a kurang jelas untuk siapa dan apa tema utamanya... jadinya updatenya juga sesuka ayah... 

bisa sebulan sekali, bisa seminggu sekali, bahkan bisa lima tahun sekali kaya pemilihan presiden. sekarang ikhtiarnya siy ayah mau rajin nulis, supaya ada sedikit legacy ekstra dari ayah.. yang siapa tahu bisa menghibur kamu di kemudian hari... 

oke, terkait tujuan juga niy nak... di posting pertama ini juga ayah ingin ingetin kamu...(sebelum lupa) sekaligus ingetin ayah sendiri terkait tujuan hidup kita nak...

sebagai muslim tujuan kita dalam hidup adalah untuk beribadah kepada Allah S.W.T. Sebagaimana tertulis di Quran 

“Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah: 5)

jadi nanti kalau ayah dan bunda rajin ingetin kamu... untuk selalu ingat kepada Allah S.W.T, untuk rajin sholat, berdzikir dan bersedekah... untuk selalu sopan dan ramah ke orang lain, untuk selalu berdoa dalam setiap aktivitas kita... berusaha sebisa kita, untuk selalu menempatkan Allah S.W.T sebagai yang Tauhid atau Satu...  kamu paham ya kenapanya... 

kami juga masih belajar siy nak... masih suka lupa, masih suka khilaf, masih suka males... tapi itu mungkin tantangannya kita di muka bumi ini... hehehe... inshaallah nanti kita sama-sama belajar ya...

dan ingat... bentuk beribadah sendiri itu luaaas sekali nak... 

ada hablum minallah... ada hablum minnannas... 

mungkin nanti dilanjutin di post yang lain bahas terkait ibadah ya...


Wassallamuallaikum

Ayah

(sambil duduk di coffee shop nunggu bunda yang lagi "me time" di salon) 





#37 Belajar Sambil Jalan

 Assallamuallaikum abang, apa kabar nak? sudah lama ya gak update blog ini... dinamika nya lagi seru banget nak sejak ada adik di rumah.... ...