Assallamuallaikum Abang...
apa kabar nak... semoga sehat ya...
postingan sebelumnya ayah kan sempat mention ya, kalau mami (neneknya ayah) sedang sakit.
jadi nak, selama proses kehamilan kamu ini, negara kita sedang diserang pandemi virus covid 19.
Ayah sendiri sempat terpapar di periode Desember 2020 dan dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran selama 11 hari. alhamdulillah waktu itu, bunda kamu serta yang lain, tidak ikut terpapar.
eniwei, selama jalan 8 bulan ini, banyak sekali peraturan-peraturan yang dijalankan oleh pemerintah untuk menekan penularan virus ini dan berakibat pada keterbatasan akses jalanan. terutama sekali saat ini nak... ketika kamu masuk ke week 36 dalam kandungan bunda, PPKM dijalankan sehingga untuk jalan dari depok ke jakarta saja harus melewati road block polisi dengan kawalan mobil taktis barracuda dan water tower.
harga2 barang juga meningkat dengan signifikan seminggu terakhir ini, Kelapa Ijo yang biasa dibeli di kisaran 12-15 ribu, sekarang menjadi 25-30 ribu. (padahal ini adalah minuman andalan bumil selama kehamilan) seru deh nak... semoga ini jadi base kamu menjadi anak yang tangguh ya nak... tahan banting, karena sejak dari janin banyak sekali tantangan dunia luar yang beda dibanding generasi sebelumnya. orang-orang saat ini semua berjuang, berjuang untuk tetap waras, berjuang untuk tetap sehat dan berjuang secara finansial.
dan bicara terkait berjuang... ayah mau ngenalin kamu sama nenek buyut kamu dari sisi ayah...
Nama beliau adalah Hj. Ani Suwarni, lahir tanggal 3 Juli 1930 dan wafat 2 Juli 2021. Ibu dari 6 orang anak (3 perempuan dan 3 laki-laki) aki kamu adalah anak ke 5 beliau. dan ayah biasa memanggil beliau dengan panggilan Mamih. cucunya ada banyak... cicitnya juga banyak... (ayah lagi males ngitungin) yang penting siy... diatas ini adalah foto abang sama mamih (abang masih dalam kandungan bunda).
Seumur hidupnya mamih selalu berjuang dan berusaha untuk berdiri di atas kakinya sendiri, Beliau pernah jadi Make Up Artist Pengantin, Tukang Jahit, Tukang Kue, dll. dulu mami suka cerita kalau pas mudanya, itu nyetir mobil sendiri dan mobilnya itu mobil pick up (zaman mudanya ini maksudnya di 1960 - 1970 an) dimana mobil belum power steering tapi steering with power.
Pas kecilnya juga mamih suka berlatih ilmu bela diri, dan bertapa tengah malam di sungai... (udah kaya film2 silat deh pokoknya bang). Mami rumahnya di Ciawi, waktu ayah kecil kalau lagi main ke rumah mami... seru deh bang... isinya cuma tidur, makan, nonton tv, makan, tidur lagi... hehehe
kadang tiap ada acara, mami suka deketin ayah terus bilang... "makanannya gimana? bukan mami yang masak..."
karena diantara semua cucunya, ayah termasuk yg vokal urusan rasa masakan mami.. dan mami ini.. disiplin dan keras bang... bahkan kalau orang suka bilang mami galak... kalau menurut ayah siy mami ini tegas dan keras aja siy orangnya... tapi sayang banget sama anak cucunya... ayah aja tiap dateng, langsung disuruh makan... (jadi jangan heran ya, kalau tiap jalan kesana timbangan bisa geser ke kanan 2-3 kg)
seumur hidupnya, mami sudah 3 kali mengantar anaknya ke pemakaman, ketiga anak prianya meninggal terlebih dahulu. tapi beliau tetap tegar dan memberi semangat ke cucu2nya, untuk jangan terpuruk di kesedihan dan tetap semangat jalanin hidup.
nah, ayah cuma mau ceritain sekelebat tentang buyut kamu ini aja siy bang... takutnya nanti ayah lupa atau belum sempet ceritain ke kamu.
nanti ayah cerita2 juga tentang Papih (Kakek ayah) dan tentang Aki dan Uwo kamu ya nak... tapi mungkin di post yang berbeda...
wassallamuallaikum anakku
love you

Tidak ada komentar:
Posting Komentar